Before prayer, endeavor to realize whose Presence you are approaching, and to whom you are about to speak. We can never fully understand how we ought to behave towards God, before whom the angles tremble.
- St. Teresa of Avila
Tadi sempat baca-baca artikel di beberapa site dan nemu artikel tentang “berdoa”. Saya tau bukan bidang saya dalam berceramah soal agama. Tapi artikel ini cukup menohok dan ingin share sedikit di sini
Ada orang yang berdoa kepada Tuhan saat ada maunya saja. Ketika kehidupan terasa menyenangkan dan lancar, tidak ada ucapan syukur dibalut melalui doa yang dipanjatkan pada Tuhan. Sebaliknya, ketika masalah datang, kita meminta-minta pada Tuhan dan tiba-tiba rajin berdoa. Dan sering dalam berdoa kita mendikte Tuhan dengan memohon serinci-rincinya karna takut Tuhan tidak mengabulkan doa sesuai skenario yang kita inginkan.
Padahal Tuhan Maha Mengetahui..
Dan emang ga ada salahnya meminta di dalam doa, tapi mendikte Tuhan itu yang salah. Somehow, Dia pasti ngasih apa yang kita butuhkan di waktu yang tepat dan ketika kesulitanpun Dia pasti menyertai kita.
Artikel ini mau ga mau membuat saya mengevaluasi diri sendiri, bagaimana kebiasaan saya berdoa, apa yang saya ucapkan ketika berdoa (apa ada pujian syukur selain meminta), di mana hati dan pikiran ketika berdoa, apa saya berdoa dengan khusuk atau terburu-buru, dsb.
Yang bikin nyesek adalah setelah evaluasi rasanya cara berdoa dan berharap saya ini emang masih salah-salah >,<
Bahkan, kadang masih sering lalai ke gereja tiap minggu walaupun pasti berdoa setiap hari. Udah ke gerejapun sering berharap misa cepat-cepat selesai, padahal cuma 1.5 jam dalam seminggu. Ga sopan banget ya?
Harus belajar banyak. Buhuhu.. Semoga bisa makin baik deh ke depannya.
